EKONOMI

Usaha Ekonomi Kreatif Masih Terganjal Permodalan

SIBERLING.com, PALEMBANG – Para pelaku Usaha Ekonomi Kreatif (ekraf) saat ini masih mengalami kendala dalam permodalan usaha. Hal ini diakui oleh Ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Rendra, saat kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Palembang terkait infrastruktur, Sistem Pendanaan, Pendampingan, dan Hak Kekayaan Intelektual  Ekonomi Kreatif, Selasa (28/05).

“Permodalan juga menjadi kendala yang dialami pelaku ekraf di Palembang. Hal tersebut akan menjadi masukan, khususnya dalam penyusunan Rumusan Undang-undang (RUU) ekraf. Nantinya UU ini akan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa,” ujarnya.

Dijelaskannya, DPR RI bersama pemerintah tengah membahas RUU ekraf. RUU ekraf diharapkan menjadi solusi pendukung perekonomian Indonesia bila nanti sumber daya alam (SDA) telah habis. “Di Sumatera Selatan (Sumsel) belum ada leading sektor Badan Ekonomi Kreatif. Ini akan menjadi perhatian untuk adanya badan ekonomi kreatif hingga kabupaten/kota,” kata Sutan.

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi kreatif terus mengalami peningkatan, dan diprediksi akan mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional. Jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif terus mengalami pertumbuhan. Diprediksi pada tahun 2019 ini menyerap 17,2 juta tenaga kerja.

Untuk mencapai target nasional, ekonomi kreatif harus didukung regulasi dan kebijakan pemerintah yang baik. Oleh karena itu, kata Sutan, tujuan kunjungan kerja Komisi X ini untuk melihat langsung perkembangan ekraf di Kota Palembang. “Kami berharap masukan dari semua pihak agar RUU ekraf dapat menjadi lebih baik,” harapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan, kunjungan kerja tersebut merupakan sarana komunikasi yang efektif dalam pembangunan di segala bidang. Dengan adanya kunjungan kerja ini, Pemerintah Kota Palembang berharap akan ada dukungan berkelanjutan dalam pelaksanaan program pembangunan serta pengembangan ekraf di Kota Palembang.

Dihadapan Komisi X, dijelaskannya, sejak Tahun 2013 Pemerintah telah mendaftarkan 278 benda, bangunan, serta situs yang merupakan Cagar budaya. Palembang telah berkembang menjadi daerah pengembangan produk industri kecil yang kualitasnya tidak kalah dari daerah lain.

“Berdasarkan data Dinas Koperasi UMKM, pada Juni Tahun 2018 di Palembang tercatat ada 36.411 UMKM. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring regulasi serta kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah,” kata Dewa. (iuy)

 

 

 

Editor : Kawara Meliala

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker