EKONOMI

H-7 Lebaran, Banyak Warga Jual Emas Demi Kebutuhan

SIBERLING.COM PALEMBANG — Tren jual emas menjelang Lebaran dua tahun terakhir cenderung mengalami perubahan dipicu kebutuhan berlapis masyarakat untuk Lebaran dan keperluan tahun ajaran baru.

Salah seorang penjual perhiasan emas di Pasar 16 Ilir Palembang, Yanti , Selasa (28/5/19)  mengatakan pada 2017 masyarakat cenderung membeli emas sebagai perhiasan saat Idul Fitri dan akan menjualnya kembali usai Lebaran. Namun sejak dua tahun belakangan ini masyakat cenderung menjual emasnya lantaran kebutuhan berlapis, pertama untuk lebaran, kedua untuk anak masuk sekolah

“ Jarak momen keduanya jika diperhatikan memang berdekatan. Itu lah sebabnya mengapa banyak masyarakat menjual emasnya atau kalua tidak menggadaikannya di pegadaian, ” ujar Yanti.

Diakui pula olehnya bahwa, selama Ramadhan took perhiasan miliknya setidaknya telah melakukan 20 kali lebih transaksi jual emas.  Dan rata-rata diantaranya mengungkapkan hal serupa terkait alas an menjual emasnya.

“ Puncak  jual emas masyarakat pada 2019  terjadi pada H-14 dengan peningkatan hingga 80 persen dibanding hari biasa, hampir sama jika dibandingkan periode jelang Lebaran tahun lalu,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Siberling.com di toko emas Lemabang, terdapat perbandingan antara hari-hari biasa, yang mencapai kira-kira 20 : 80 untuk gadai emas. Sementara untuk transaksi gadai lainya seperti songket dan HP masih  cenderung stagnan.

“ Kita telah menyiapkan anggaran dana yang cukup untuk mengantisipasi lonjakkan ini. Oleh karena itu, kami membuka layanan peengambilan emas gadai hanya sampai pada hari ini sebelum libur Panjang hari raya,” ungkap Andre pemilik toko emas di Lemabang.

“Satu suku kami beli dengan harga Rp3,4 juta sampai Rp3,6 juta, sesuai harga emas terbaru di kisaran Rp595.000 pergram,” lanjut Andre seraya mengungkapkan  aksi jual emas ini dapat mencapai lima suku atau 30 gram perorang.

Sementara itu, Harda seorang warga  di Bukit Besar mengaku lebih senang menggadaikannya di Pegadaian ketimbang harus menjual emas, meskipun dIkatakannya panjangnya libur Lebaran pada 2019 memaksanya menyediakan dana lebih banyak.

“Biaya lebaran sih sudah ada, tapi masih perlu uang untuk tahun ajaran baru, jadi kebutuhan sekolah juga mulai dicicil meski penerimaan siswa baru masih berproses,” ungkapnya.

Editor : Saputra Fatih

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker