LIFESTYLE

Bantu Sesama, Bulan Puasa Tak Menghambat Donor Darah

SIBERLING.com, PALEMBANG – Bulan puasa tidak menjadi penghambat bagi para perhimpunan donor thrombopharesis Palembang untuk memberikan pertolongan darah bagi kepada sesama. Komunitas yang ada sejak 2017 lalu ini berdiri dengan niat yang sangat mulia. Banyaknya kebutuhan penderita kanker akan thrombopharesis membuat komunitas ini terbentuk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Letizia mengatakan, relawan ini karena selama ini masih minim untuk pendonor darah putih. “Selama ini masyarakat belum banyak mengetahui, donor darah putih sangat penting,” ujarnya, Jumat (24/5/2019) usai menerima audiensi komunitas penghimpun donor Thrombopharesis.

Sementara itu Niko Suwarno, Anggota Perhimpunan Donor Thrombopharesis Palembang mengatakan, latar belakang dibentukya komunitas ini untuk membantu masyarakat terutama penderita kanker darah. “Banyak permintaan thrombopharesis namun kurangnya pendonor. Padahal ini sangat penting karena dapat membantu nyawa seseorang,” sebutnya.

Untuk itu, dibentuknya perhimpunan ini yang terdiri dari 200 an anggota. Bukan hanya di Palembang saja tapi ada juga dari luar Palembang seperti dari Muaraenim dan lain sebagainya. “Setiap hari cukup banyak yang meminta pertolongan donor thombhopharesis. Sehari bisa sampai 10 permintaan namun kita tak bisa memenuhinya paling hanya 4 atau 6 saja,” tegas dia.

Keterbatasan pendonor, ada juga resus  darah yang tidak cocok membuat sulitnya untuk mendonorkan sel darah putih ini. “Tidak mudah mendonorkan Thrombopharesis atau sel darah putih ini kepada pasien. Pertama harus dites dulu cocok atau tidak dengan si penderita,” ungkapnya.

Kebanyakan, kata dia, ada penderita yang resus negatif dan sulit sekali mencari darah B misalnya dengan resus negatif. “Terkadang kita sebar mencari siapa saja yang ada namun terkadang masih kesulitan juga. Dianggota kita untuk resus negatif itu hanya ada satu,” katanya.

Apalagi di bulan puasa seperti ini kebutuhannya juga banyak. “Seperti kemarin ada hingga empat permintaan yang kita terima namun hanya beberapa saja yang kita bisa karena terkendala ada yang sakit, ada yang tidak cocok dan lain sebagainya,” tegasnya.

Selama bulan puasa, banyak para pendonor ini melakukan pada usai buka puasa. Hal ini dikarenakan karena kondisi tubuh lebih fit. “Berbeda dengan donor biasa,  ini hanya mengambil salah satu komponen darah dalam tubuh.Mereka yang donor darah aferesis hanya diambil trombositnya dalam jumlah besar. Selebihnya darah lengkap akan dikembalikan dalam tubuh pendonor,” tukasnya. (ike)

 

 

 

 

Editor : Kawara Meliala

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker