ENVIRONMENT

Cemari Lingkungan, Pabrik PT Pindo Deli III Dilarang Berproduksi

SIBERLING.com, KARAWANG – April lalu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang telah melarang PT Pindo Deli III berproduksi, karena terbukti melakukan pencemaran lingkungan. Namun hingga kini pabrik kertas anak usaha Sinarmas itu masih berproduksi. Aparat berwenang lempar tanggung jawab.

Larangan produksi itu dituangkan dalam surat No. 660.1/927/PPL yang ditandatangani Wawan Setiawan, Kepala DLHK pada tanggal 29 April 2019. DLHK Karawang memutuskan pabrik terbukti mencemari lingkungan karena membuang limbah cair ke sungai.

Pada awal Mei 2019, pabrik tersebut malah kembali membuang limbah cair ke Sungai Cibeet. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang menelisik kasus itu. Mereka kemudian meminta bantuan pihak Satuan Polisi Pamong Praja untuk menyegel pabrik tersebut. Permohonan penindakan itu disampaikan ke Satpol PP melalui surat No.180/981/PPL tertanggal 7 Mei 2019.

Namun hingga kini pabrik itu tidak juga disegel. Kepala Satpol PP Karawang Asip Suhendar mengaku tak berwenang menyegel. “Silahkan wawancara Kabid Penegak Peraturan Hukum Daerah saya,” kata Asip Suhendar, Kasatpol PP Karawang saat dikonfirmasi detik Senin (20/5/2019).

Sementara itu, Endang Kabid Penegak Peraturan Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Karawang mengaku tak berwenang menindak pabrik kertas itu. Menurutnya, yang berwenang menindak pabrik itu adalah kepolisian atau PPNS. Sebab Satpol PP hanya menindak pihak yang melanggar perda.

“Kami tak berwenang menyegel pabrik itu. Sebab kami hanya berwenang menindak pelanggar perda. Mereka kan melanggar undang – undang, yang berwenang menindak adalah polisi atau PPNS,” katanya saat dikonfirmasi detik di ruang kerjanya, Senin (20/5/2019).

Sementara itu, perwakilan PT Pindo Deli 3, Mei Yudi berdalih, pabriknya tetap berproduksi lantaran harus menjamin kelangsungan hidup ratusan buruhnya. “Kami khawatir kalau mereka tidak bekerja,” kata Mei dalam sidang adendum amdal PT Pindo Deli 3, 9 Mei lalu.

Pantauan detikcom, produksi di pabrik tersebut memang masih berlangsung. Sejumlah pekerja hilir mudik mengoperasikan forklift. Mereka mengangkut sampah plastik impor yang sudah diikat berbentuk kubus ke dalam pabrik. Sampah plastik itu, banyaknya bukan main, ditumpuk hingga menggunung lebih dari tinggi orang dewasa. Gunungan sampah nampak memanjang di sepanjang jalan pabrik. Bahkan jalan tersisa hanya satu ruas. (ern)

 

 

 

 

Editor : Kawara Meliala

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker