EKONOMI

Geliat Bisnis Kopi Sumsel, Tak Sepadan Nasib Petani

SIBERLING.COM OKU SELATAN – Saat pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah giatnya menghidupkan komoditi kopi Sumsel melalui event-event besar seperti beberapa waktu lalu. Harga kopi di tingkat petani justru jatuh.

Supardi salah seorang petani kopi di Ogan Komering Ulu Selatan (Okus), Selasa (21/5/19) mengatakan jika harga kopi saat ini adalah yang terendah sejak beberapa tahun terakhir.

“ Meskipun saat ini telah memasuki musim panen,namun harga kopi tak kunjung beranjak stabil. Saat ini hanya bertahan di kisaran Rp 16 hingga Rp 17 ribu harga ini yang terendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 20 ribu perkilonya.,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang petani lainnya Agus mengakui jika dirinya tidak tahu persis penyebab anjloknya harga kopi tersebut, Kendati demikian ia mengungkapkan dengan harga kopi yang saat ini cenderung mengalami kenaikan tidak sebanding dengan harga kopi ditingkatan petani.

“Harga kebutuhan sekarang kan masih tinggi semua. Belum ditambah biaya perawat kebun kopinya. Jadi tidak sebandinglah kalau harga seperti itu,” katanya seperti dilansir dari sripoku.com

Agus  meminta agar memasuki musim panen raya ini pemerintah melalui dinas terkait dapat menjamin harga kopi hingga pasca panen tetap stabil dan menindak para tengkulak yang memainkan harga kopi dipasaran khususnya dikabupaten Oku Selatan

“Kepada pihak terkait harapan kami ikut mengawasi harga komuditas ini. Jangan sampai ada permainan harga yang cukup tinggi di tengkulak – tengkulak, itu sangat merugikan kami para petani,” tandasnya.

Editor : Saputra Fatih

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker