GO GREEN

Sebagai Negara Maritim, Budidaya Perikanan Harus Diperkuat

SIBERLING.com, JAKARTA  — Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai 54,716 Km, kedua terpanjang di dunia setelah Kanada. Namun tidak seperti Kanada, Indonesia dikaruniai kelebihan lain, yakni iklim tropis yang bersahabat, dengan temperatur relatif stabil sepanjang tahun dan bebas typhon.

Kekayaan itu menjadikan Indonesia kaya dengan sumberdaya alam hayati dan menjadi lokasi paling ideal di dunia bagi berbagai usaha Aquaculture/budidaya perikanan. Karunia ini belum pernah digarap dan dilirik secara serius, KKP terkesan lebih banyak berkutat pada perikanan tangkap dibanding Aquaculture.

Dewan Pakar Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Lendo Vono menjelaskan, sejak tahun 1960 konsumsi per-kapita protein dari laut telah meningkat dua kali lipat, namun data FAO menunjukkan hasil laut dari perikanan tangkap relatif stagnan sejak tahun 1985-an dan cenderung menurun terus sejak tahun 2014, terutama akibat over-fishing. “Sementara produksi dari sektor Aquaculture trendnya terus naik 8% per tahun,” terang Lendo dalam sebuah diskusi di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Lihat Juga  Nusa Barung, Suaka Margasatwa Bercitarasa Cagar Alam

Lendo mengungkapkan, Norwegia dengan salmon-nya menjadi salah satu contoh negara yang secara jeli melihat potensi perikanan serta menjadi negara exportir terbesar kedua seafood, dengan nilai ekspor lebih dari 10 milyar dollar ke 146 negara. Indonesia sangat berpotensi melampaui Norwegia dengan spesies unggulan jauh lebih banyak.

“Peluang market produk seafood di tahun 2024 diperkirakan sebesar 240 juta ton, dengan 160 juta ton merupakan hasil Aquaculture,” katanya.

Selain itu, Indonesia berpeluang memasok 60 juta ton-nya dari aquaculture, dengan estimasi nilai pasar sebesar 240 milyar dollar. Nilai ini setara 11 kali nilai ekspor komoditas CPO tahun 2018. “Sektor Aquaculture Indonesia juga berpotensi menyediakan lapangan kerja langsung bagi 30 juta keluarga. Belum termasuk peluang pekerjaan pada industri hilir berbasis Aquaculture,” ungkapnya.

Lihat Juga  Pelajar Belanda Belajar Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Lendo menjelaskan, Aquaculture akan menjadi solusi dari empat masalah dasar bangsa. Pertama, kemiskinan dan pengangguran karena keahliannya mudah dikuasai. Kedua, urbanisasi, daerah pesisir dan rural akan menjadi pusat perkembangan ekonomi baru. Ketiga, produksi protein terbaik yang terjangkau. “Keempat, ertambahnya sumber devisa negara selain dari CPO dan migas,” ujarnya.

Ia menandaskan, jika Prabowo-Sandi diberi mandat memimpin Indonesia, maka rencana besar Aquaculture akan jadi sektor unggulan yang dalam 5 tahun dapat menyerap 15 juta tenaga kerja, sehingga masyarakat nelayan, pesisir dan rural yang selama ini terpinggirkan menjadi sejahtera. (dry)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close