EKONOMI

KEK Pulau Baai Bengkulu Menanti Investor

SIBERLING.com, BENGKULU – Dalam rangka pengembangan Pelabuhan Pulau Baai, dibutuhkan investor untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai penggerak perekonomian kawasan Barat pulau Sumatera sekaligus penunjang perdagangan nasional maupun internasional.

Hal itu terungkap pada Forum Investasi yang dihadiri Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Kepala Departemen Regional Bank Indonesia Dwi Pranoto, Direktur Operasi PT Pelindo II/IPC Prasetyadi, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, serta Menko Perekonomian Darmin Nasution selaku keynote speaker.

Termasuk hadir pula beberapa perwakilan negara sahabat, antara lain Duta Besar Korea Selatan, Duta Besar India, dan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok.

Acara Forum Investasi dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 1 Maret 2019 di Hotel Kampinski Jakarta dipandu moderator, wartawan harian Kompas Wahyu Haryo yang bertujuan memperkenalkan potensi Bengkulu di kancah nasional juga internasional.

Lihat Juga  Sejahterakan Petani Karet, Ini Yang Dilakukan Pemkab Muba

Wilayah Pulau Baai adalah Special Economic Zone akan menjadikan Bengkulu sebagai pengendali inflasi sekaligus beranda ekonomi Sumatera. Diharapkan mampu mengundang mitra potensial dari lintas negara agar tertarik potensi provinsi Bengkulu.

Direktur Operasi IPC Prasetyadi menyampaikan kesiapan pelabuhan Pulau Baai dalam sinergitas yakni penetapan lahan dijadikan kawasan KEK seluas 415,38 hektar dan fasilitas pendukung guna menyambut investor.

Setelah persetujuan Rencana Induk Pelabuhan dari Kemenhub, pihak IPC akan mengajukan proposal KEK Pulau Baai Bengkulu kepada Dewan Nasional KEK pada semester II tahun 2019 dengan kelengkapan persyaratan administratifnya. (bay)

 

 

Editor : Kawara Meliala

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close