ENVIRONMENT

Wawako Palembang Ajak 17 Camat “ Demo” Pengelolaan Sampah

SIBERLING.COM PALEMBAGNG – Keseriusan Pemerintah Kota Palembang dalam menciptakan Palembang Elok Madani Aman Sejahtera (EMAS) nampaknya terus berkelanjutan. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Selasa (14/5/2019) mengunpulkan 17 Camat Se-Kota Palembang berdemo guna belajar system pengelolaan sampah kepada Camat Kalidoni Ari Wijaya yang belum lama ini di nobatkan sebagai wilayah dengan pengelolaan sampah terbaik.

“Kita ketahui dalam satu hari semua sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hampir 1.300 ton, semua yang masuk di TPA ini tanpa dikelola lagi sehingga penumpukan terus terjadi dan menggunung,” tutur Finda- begitula orang nomor 2 di Palembang itu disapa.

Di Kalidoni ini, kata Finda memiliki suatu kelebihan jika dibandingkan dengan kecamatan yang lain, sistem instalansi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sudah terbentuk mampu mengurai sampah yang ada. Juga mampu menciptakan nilai ekonomis, setelah dikelola dengan teknologi yang dikembangkan pihak kecamatan bersama masyarakat setempat.

Lihat Juga  Gunung Agung Kembali Erupsi Petugas Siapkan Tim Evakuasi

“Maka dari itu alangkah baiknya setiap sampah yang ada di kecamatan masing-masing agar bisa dikelolah dan mengurangi sampah yang ada di TPA,”jelasnya saat membuka diskusi bersama para camat yang hadir.

“Ya untuk tempatnya sendiri Kalidoni memiliki lahan 500 Meter persegi untuk dimanfaatkan tempat pengelolaan sampah. Kedepan kami akan mencari lahan yang dimiliki oleh Pemkot untuk digunakan sebagai tempat pembuangan sementara yang akan kita manfaatkan sebagai Bank sampah,”tambahnya.

 

Menanggapi hal itu, Camat Kalidoni Ari Wijaya mengemukakan bahwa, saat ini di tempat pembuangan sampah di wilayahnya, memiliki  pelebur sampah yang berfungsi sebagai pencaca dan penghancur.

“ Untuk persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) Saya rasa,tidak memerlukan banyak orang.  kami hanya memberdayakan 2 orang untuk memilah-milah sampah yang datang kemudian dikelolah sampai masuk ke dalam mesin pencaca,” ujarnya. Seraya menabahkan jika pihaknya memang berkomitmen penuh agar bagaimana caranya sampah-sampah tersebut berniali ekonomi bukan bernilai penyakit.

Lihat Juga  Bandara Adisutjipto Yogyakarta Ditutup untuk Penerbangan

Editor : Saputra Fatih

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close