NASIONAL

Ajaib, Novel Ini Bisa Dibaca Jika Kertasnya Dibakar

SIBERLING.com, JAKARTA — Pernah Anda membayangkan, jika untuk membaca sebuah buku lembar demi lembar. Caranya adalah Anda harus membakarnya terlebih dahulu? Terdengar mustahil, tapi nyata terjadi. Novel dengan sampul serba hitam ini terinspirasi dari sebuah novel fiksi era 1950an karya Ray Bradbury, ‘Fahrenheit 451.’

Bradbury merupakan salah satu penulis terkenal di Amerika abad 20 dan 21. Ia terkenal setelah mengeluarkan novel dystopian-nya, Fahrenheit (1952) serta novel fiksi ilmiah seperti The Martian Chronicles (1950), The Illustrated Man (1951), dan I Sing the Body Electric (1969).

Ia menerima berbagai macam penghargaan dan yang paling terkenal adalah Pulitzer Citation di tahun 2007. Setelah kematiannya di tahun 2012, ia juga diberi penghargaan oleh New York Times. Bradbury disebut sebagai ”penulis yang paling berpengaruh dalam membawa fiksi ilmiah modern ke dalam sastra mainstream”.

Novel Fahrenheit 451 sendiri menceritakan tentang era tirani masa depan, dimana diceritakan saat itu buku menjadi benda yang paling dilarang beredar. Pemerintah menugaskan para pemadam kebakaran untuk memusnahkan seluruh buku di penjuru negeri dengan semprotan api. Maka terbitnya edisi spesial ini sebenarnya wujud perlawanan terhadap tirani kebebasan informasi pada masa itu.

Untuk mengapresiasi karya fenomenal ini, sekelompok seniman grafis Super Terrain (mereka adalah Quentin Bodin, Luc de Fouquet dan Lucas Meyer) membuat sebuah ide unik tidak biasa, yakni membuat sebuah novel fiksi yang hanya bisa di baca, jika salah satu lembaran novel tersebut di bakar terlebih dahulu.

Novel yang diproduksi oleh Super Terrain ini dilengkapi dengan lapisan blok hitam dan berkabonasi. Dengan lapisan itu, pembaca harus membakar novel untuk bisa membaca isi tulisan. Keunikan ini tentunya menjadi keunikan tersendiri, dimana era serba digital seperti sekarang, membaca tentu jadi hal yang lebih praktis dan mudah dilakukan.

Tapi, jika ingin membaca novel ini, kita harus sedikit bersusah payah untuk membaca kalimat-demi kalimat dengan cara membakar setiap lembaran novel terlebih dahulu agar kita bisa membaca isi tulisannya. Dan ketika bagian yang di panasi telah dingin, maka lembaran novel akan kembali hitam.

Ya, novel ini memang di buat dalam edisi spesial dan hanya di cetak sebanyak tiga ratus eksemplar saja. Tentu saja karena ini edisi spesial maka setiap copy novel tersebut mendapat nomor edisi khusus dan di tandatangani.

Buat para kolektor barang unik, novel Fahrenheit 451 edisi khusus ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Anda dapat membeli novel ini dengan harga 388 dolar AS atau sekitar Rp 5,9 juta. (kie)

 

Editor : Kawara Meliala

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker