ENVIRONMENT

Gempa di Lombok Timur dan Bengkulu, Ini Tanggapan BMKG

SIBERLING.com, LOMBOK – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi-KESDM menyampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Timur laut Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Bengkulu yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG dan hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi, diketahui gempa bumi terjadi pada Minggu, 17 Maret 2019, pukul 14:07:25 WIB di Timur Laut Lombok Timur.

Keterangan BKMG, berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,30 °LS dan 116,60°BT, dengan magnitudo 5,8  pada kedalaman 10 km, berada 24 km timurlaut Lombok Timur.  Di ikuti gempa bumi susulan pada pukul 14:09:19 WIB, dengan koordinat 8,51°LS dan 116,49°BT, kedalaman 11 km, dengan jarak 7 km Barat Laut Lombok Timur.

Seperti dikutip dalam laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebutkan, secara geologi, daerah yang terkena gempa bumi tersusun oleh batuan vulkanik yang berumur Tersier, dan endapan aluvium yang berumur Kuarter.

Guncangan gempa bumi juga akan dirasakan di daerah yang tersusun batuan sedimen Tersier dan Batuan berumur Pra-Tersier yang telah terlapukkan yang berada di sekitar daerah tersebut. Endapan yang bersifat lepas dan belum terkonsolidasi akan berpotensi memperkuat efek guncangan gempa bumi, sehingga rentan terhadap guncangan gempa bumi.

Sementara penyebab gempa bumi, berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan sistem patahan normal di wilayah tersebut. Dampak gempa bumi ini dirasakan IV MMI ( Modified Mercalli Intensity) di Pos Pengamatan Gunung Rinjani dan II-III MMI di Pos Pengamatan Gunung Agung, Rendang.

Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan mengenai kerusakan dan korban yang ditimbulkan oleh gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

Diimbau masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Sementara gempa bumi terjadi pada hari Minggu, 17 Maret 2019, pukul 05:29:28 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 101,76° BT dan 3,48° LS, dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 124 km, berjarak 34 km baratdaya Bengkulu Utara, Bengkulu.

GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 101,69° BT dan 3,51° LS dengan magnitudo 5,0 Mw dan kedalaman 102 km. The United States Geological Survey, Amerika Serikat, menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 101,954° BT dan 3,178° LS pada kedalaman 91,4 km dengan magnitudo M5,1.

 Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah Barat Pulau Sumatera dan Sesar Besar Sumatera. Secara litologi pantai Bengkulu tersusun oleh konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu dan batugamping klasitik dari Formasi Bintuhan berumur Plio-Plistosen. Khusus di Kota Bengkulu dan sekitarnya, Formasi Bintuhan ditutupi oleh pedataran luas alluvium berupa endapan kerikil, pasir dan lempung yang menempati pedataran pantai dan daerah aliran sungai.

 Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi ini diperkirakan disebabkan aktivitas pada zona benioff yang terbentuk akibat penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di barat pulau Sumatera.

 Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan G. Kaba (Kec. Sambirejo, Kab. Rejang Lebong, Bengkulu), guncangan gempa bumi dirasakan di lokasi tersebut dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Bengkulu dan Kepahiang dengan intensitas III MMI. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempa bumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

 Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil. (ial)

 

Editor : Kawara Meliala

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker