NASIONAL

Lecehkan Beruang Madu, Sirkus WSI Terancam di Tutup

SIBERLING.COM  JABAR.- Belasan orang yang tergabung dalam Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia, Jumat (15/2/19) di depan sirkus Wersut Seguni Indonesia (WSI) di Cimahi Mall Jawa Barat. Dalam tuntutannya massa menuntut sirkus keliling (WSI) untuk ditutup. Pasalnya dalam pertunjukkan sirkus yang menampilkan seekor beruang madu bernama Bimo, di duga telah di lecehkan oleh pelatihnya Andri yang memegang jenis kelamin sang beruang saat menggelar pertunjukkan beberapa waktu lalu.

Asisten Manager PT. WSI, Rohmadi, mengatakan tidak bermaksud melecehkan hewan. Dia berjanji akan memperbaiki aksi pertunjukan karena tidak tahu bahwa tindakan pelatih sebelumnya dinilai sebagai pelecehan.

“Dari pelatih itu bukan bermaksud melecehkan. Karena tugas mereka. Dari sudut pandang lain itu biasa dan menghibur. Dari sudut pandang lain itu kurang sopan. Ya kita perbaiki,” jelasnya di dalam lokasi pertunjukan

Sementara  itu Andri, pelatih hewan yang memegang kelamin beruang madu, mengatakan akan memperbaiki trik-trik pertunjukan.

Andri, pelatih hewan yang di duga memegang kelamin beruang madu dalam pertunjukkanya

“Kita perbaiki saja dari segi triknya. Terus ada aturannya,” jelasnya yang sudah sembilan tahun jadi pelatih.

Lihat Juga  Gempa M 4,7 Terjadi di Pulau Panjang NTB

Untuk di ketahui, Sirkus WSI tersebut selain menampilkan beruang madu,juga mempertunjukkan  burung kakatua, berang-berang, dan lumba-lumba. Sirkus ini adalah satu dari  3 lembaga yang punya izin lumba-lumba. Tempat ini menarik 500-1.000 pengunjung  settiap pekannya. Dengan harga tiket 40 ribu Rupiah, sirkus keliling ini ditaksir mendapatkan 20-40 juta Rupiah per minggu.

Terpisah, Koordinator aksi, Marison Guciano, mengatakan pegang kelamin termasuk kekejaman terhadap hewan.

“Tuntutan kami adalah sirkus satwa ini harus ditutup. Pelecehan seksual adalah salah satu bukti bahwa sirkus adalah bentuk kekejaman terhadap hewan,” jelasnya seperti dilansir dari voaindonesia.com

Sebelumnya, kata Marison, insiden itu telah  direkam oleh Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia yang aktif mengawasi pertunjukan hewan. Dalam video tersebut, nampak beruang madu bernama Bimo sedang berpegangan pada gawang sehingga alat kelaminnya terlihat. Kemudian narator pertunjukan mengatakan beruang itu “tidak pakai celana,” dan pelatih hewan memegang sekilas alat kelamin satwa tersebut.

“ Video itu menujukkan bukti pelecehannya, kan pelatihnya sendiri mengakui akan memperbaiki trik sulapnya. Itu pertanda bahwa, mereka menyadari kesalahan. Akan tetapi, bagi kami jauh lebih penting dari itu adalah agar sirkus satwa ini ditutup. Ya, itu kan bentuk ke kejaman terhadap hewan, apa lagi kan ini masuk satwa yang di lingdungi,” pungkasnya.

Lihat Juga  Gempa M 4,7 Terjadi di Pulau Panjang NTB

KUHP Tegas Atur Perlindungan Hewan

Indonesia sebetulnya memiliki seperangkat aturan yang melindungi hewan. Regulasi ini antara lain Pasal 302 KUHP serta UU 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang pada intinya melarang penyiksaan terhadap satwa. Meskipun demikian isu yang lebih rinci seperti pelecehan seksual terhadap hewan sendiri memang belum ada aturan resminya.

Namun menurut Marison, aksi pegang kelamin tetap melanggar prinsip kesejahteraan hewan. Sebab hewan tidak bertingkah alami.

“Satwa ini dipaksa berperilaku tidak wajar. Misalnya beruang melakukan pull-up, bermain hula hoop. Berang-berang naik sepeda. Itu semua merupakan perilaku tidak alami dari hewan-hewan ini. Perilaku itu tidak mereka lakukan di alam liar,” paparnya.

Editor : Fatih Pasha

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close